Selamat Datang Di Blogspot media Informasi Pendamping Desa Endy Arverion 130504 Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Terima Kasih Atas Kunjunganya

Jumat, 14 November 2025

 

PAPUA SELATAN: Perkuat Pelaksanaan KDMP, TPP Papua Selatan Ikut Serta Dalam Pelatihan Kompetensi KDMP di Merauke


PELATIHAN dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden Prabowo Subianto, untuk mempercepat operasionalisasi dan pembangunan fisik Gerai, Pergudangan, serta kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Tujuannya adalah untuk memperkuat dan meningkatkan kompetensi para pendamping KDKMP agar dapat menjalankan tugas mereka, terutama memperkuat pengurus koperasi dalam pengelolaan koperasi, manajemen usaha dan tertib administrasi, diharapkan dengan peningkatan kompetensi pendamping KDKMP koperasi dapat beroperasi secara profesional, tumbuh mandiri, dan menjadi penggerak ekonomi di kampung.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerjasama antara Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan,  dilaksanakan di Hotel Swiss-Belinn Merauke, selama lima hari dari tanggal pada 10 November sampai dengan 14 November 2025 , dengan mengusung tema  “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”.  Peserta pelatihan dihadiri oleh 44 orang pendamping Koperasi Desa Merah Putih dan 19 orang Pendamping Profesional Kemndesa PDT Provinsi Papua selatan.  

Turut hadir membuka kegiatan secara resmi, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Papua Selatan, Bapak Sunarjo, S.E., yang mewakili Gubernur Papua Selatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari 12 program prioritas nasional yang tengah dijalankan di Papua Selatan. lebih Lanjut Klik DAERAH

Oleh: Bidang Informasi dan Media Prov. Papua Selatan 

Senin, 10 November 2025

MAKNA HARI PAHLAWAN BAGI PEMBANGUNAN DESA

PADA hari ini, 10 Nopember 2025, kita Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, yang  merefleksikan momentum bersejarah perjuangan arek-arek Surabaya bertempur melawan Sekutu yang ingin berkuasa lagi di Indonesia, setelah kita memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Perjuangan dan pertempuran ini  merupakan salah satu simbul tertinggi dari keberanian, pengorbanan, dan semangat untuk mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa heroik ini menunjukkan semangat juang dan ketegasan Bangsa Indonesia sebagaimana pidato Bung Tomo dengan semboyan “Merdeka atau Mati”. 

Namun makna kepahlawanan pada hari ini, kita tidak seharusnya terjebak dan berhenti pada romantisme sejarah mengenang perjuangan para pendahulu kita atau seremoni tahunan. Hari Pahlawan adalah momentum untuk merefleksikan kembali apa arti kepahlawanan dalam konteks kekinian, khususnya dalam pembangunan desa sebagai basis utama kekuatan bangsa. 

Pahlwan bukan hanya mereka yang mengangkat senjata, tetapi juga mereka yang menyalakan harapan dan mengubah keadaan untuk mencapai harapan tersebut. Desa adalah arena perjuangan untuk memenuhi harapan rakyat, agar desa menjadi kekuatan bangsa. Maka pahlwan desa adalah mereka yang berjuang untuk mengangkat martabat desa melalui kemandirian, inovasi dan pelayanan tulus bagi masyarakat.

Pahlawan di era kini adalah mereka yang menghadirkan perubahan nyata dari akar rumput seperti petani yang beradaptasi dengan teknologi demi ketahanan pangan dan kesejahteraan, kepala desa yang memimpin dengan integritas, guru yang mengabdi di pelosok demi mencerdaskan anak bangsa, pendamping desa yang dengan penuh dedikasi mendampingi desa, dan pemuda desa yang menggagas dan menjadi motor penggerak wirausaha desa.

Desa Arena Perjuangan untuk melahirkan pahlawan kekinian

Desa bukan hanya entitas administratif, tetapi  menjadi ruang hidup dan kehidupan masyarakat dimana nilai-nilai tumbuh dan berkembang sebagai akar kehidupan kebangsaan.  75.266 Desa yang menempati 91% wilayah geografi  Indonesia memegang kunci masa depan bangsa. Pembangunan Desa yang kuat berarti kita telah meletakkan fondasi negara yang kokoh.

Kalau dimasa perjuangan kemerdekaan, medan juang para pahlawan adalah medan fisik dengan segala bentuk persenjataannya, maka di era kini medan juangnya adalah menaklukkan musuh yang berbentuk kemiskinan, ketimpangan, ketidak adilan dan ketergantungan.

Bagaimana kita  berjuang melawan kemalasan berpikir, degradasi moral dan ketidakberdayaan sosial. Dalam konteks inilah, pembangunan desa menjadi wujud konkrit lanjutan dari perjuangan para pahlawan, dari berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan menuju kepada mengisi dengan kemakmuran dan kesejahteraan sebagai hakekat kemerdekaan.

Satu dasawarsa lahirnya Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, negara telah menegaskan sebagai keputusan politik bahwa kemerdekaan bagi desa dengan meletakkan desa sebagai subyek pembangunan.

Pembangunan Desa diarahkan untuk mencapai kemandirian desa, kemandirian yang bukan hanya status administrasi atau teknokrasi, tetapi lebih dari itu, yakni bagaimana masyarakat desa mampu memiliki kemandirian secara politik dalam proses pengambilan Keputusan yang menyangkut hajat hidup warga desa, kemandirian secara ekonomi untuk mengelola berbagai potensi dan asset guna mewujudkan kesejahteraan mereka, dan kemandirian secara sosial budaya sebagai kekuatan modal pembangunan desa yang partisipatif.

Oleh karenanya dibutuhkan jiwa kepahlawanan berupa semangat gotong royong, keberanian mengambil inisiatif, dan pengorbanan tanpa pamrih. Tanpa semangat itu, pembangunan desa hanya akan menjadi proyek administratif  tanpa ruh perjuangan.

Hari pahlawan yang kita peringati sekarang  ini,  seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pembangunan desa bukan semata pembangunan infrastruktur, tetapi juga perjuangan untuk menegakkan harkat, martabat dan kemandirian masyarakat. Pahlawan sejati adalah mereka yang memiliki jiwa pamong, yakni melayani, menuntun dan memberdayakan.

Sebagai pemimpin di desa, jiwa kepahlawanan berarti adanya keberanian dalam mengambil Keputusan untuk kepentingan rakyat, meski kadang tidak populis. Memiliki integritas dan kejujuran dalam mengelola anggaran desa (dana desa) agar akuntabel tidak hanya administratif tetapi juga akuntabilitas sosial yang dapat dipertanggungjawabkan untuk kepentingan masyarakat, dan memiliki ketekunan dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa pembangunan desa adalah gerakan tanggungjawab bersama.

Dengan demikian, kepahlawanan dalam pembangunan desa adalah transformasi nilai dari “penguasa” menjadi “pelayan”, dari bekerja untuk “diri sendiri” menjadi “berjuang untuk bersama”

Pada era digital, disrupsi teknologi dan perubahan iklim menghadirkan tantangan baru bagi desa. Namun di sisi lain, juga membuka peluang bagi munculnya phalawan-pahlawan baru bagi pembangunan desa.

Anak-anak muda desa dapat memasarkan produk-produk lokal secara global melalui e-commerce, petani dapat mengakses informasi harga dan cuaca lewat media  yang dalam genggamannya, dan masyarakat desa juga dapat mengelola potensi wisata melalui platform digital.

Setiap inovasi yang menumbuhkan kemandirian dan memperkuat ekonomi lokal adalah bentuk nyata kepahlawanan masa kini. Pahlawan digital desa adalah mereka yang mampu menghubungkan tradisi dengan teknologi, namun tetap menjaga nilai-nilai lokal sambil maju dalam arus modernitas yang tak kehilangan makna atas nilai-nilai tersebut.

Pahlawan-pahlawan baru ini sangat dinantikan kehadirannya di desa agar tetap memberikan energi regeneratif (kepemimpinan)  yang menuntun desa menuju kemandirian dan kemajuan yang berkelanjutan.

Gotong royong sebagai roh kepahlawanan dalam pembangunan Desa

Perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajah diilhami oleh semangat gotong royong dan perasaan senasib sepenanggungan.

Demikian juga, semangat pembangunan desa meletakkan modal sosial berupa gotong royong sebagai kekuatan inti. Nilai ini adalah warisan luhur bangsa sekaligus cerminan kepahlawanan yang paling otentik.

Gotong royong adalah bentuk perlawanan terhadap individualisme dan ego sectoral dalam pembangunan desa. Baik dalam perumusan kebijakan maupun dalam impelementasinya harus tercermin adanya sinergi antar pemangku kepentingan seperti pemerintah desa, masyarakat, supra desa, dunia usaha, akademisi dan lembaga sosial lainnya.

Setiap keberhasilan pembangunan desa ; jalan yang terbangun, Usaha Eknomi Masyarakat yang tumbuh, pertanian yang berinovasi, adalah hasil kerja kolektif, bukan individu  atau pada satu figur tertentu. Dengan gotong royong desa tidak hanya membangun secara fisik  semata, tetapi juga membangun rasa kepercayaan, soliditas dan harga diri komunitas masyarakat.

Hari pahlawan mengajarkan pada kita semua bahwa pengabdian tidak mengenal  pangkat, jabatan , gelar atau atribut yang melekat simbolik pada seseorang. Tetapi mereka disebut pahlawan karena rekam jejak pengabdian dan perjuangan yang dilakukan.

Di setiap desa, ada banyak pahlawan tanpa atribut simbolik yang melekat. Pendamping desa yang dengan sukarela mengabdikan diri untuk kemajuan desa, Perempuan yang menjadi kader penggerak posyandu demi Kesehatan masyarakat, pemuda yang menjadi relawan Pendidikan di kampung-kampung terpencil, tokoh adat atau ,masyarakat yang menjaga harmoni sosial dan kearifan lokal dan kepala desa yang menjaga integritasnya sehingga tidak tergoda tindakan koruptif demi keberlanjutan pembangunan.

Mereka adalah contoh  pahlawan dalam senyap, yang terus menyalakan api perubahan yang luput atau tak perlu sorotan media. Mereka membuktikan bahwa kepahlawanan adalah keharusan dalam kerja keseharian, bukan peristiwa yang monumental yang diseremonikan .

Peringatan Hari Pahlawan adalah momentum untuk memindahkan semangat heroisme dari masa lalu ke aksi nyata di masa kini.

Dahulu pahlawan berjuang mengusir penjajah, kini kita berjuang melawan kebodohan, ketimpangan, dan ketidakadilan sosial. Bagi pembangunan desa, semangat ini berarti membangun kemandirian ekonomi desa agar tidak tergantung pada transfer fiscal  dan bantuan pihak luar. Mendorong inovasi sosial agar masyarakat desa menjadi subyek bukan obyek pembangunan.

Menumbuhkan kepemimpinan regeneratif agar muncul kader-kader muda yang menjadi volunteer dan berjiwa melayani. Semangat Hari Pahlawan seharusnya menyalakan Kembali kesadaran bahwa desa bukan lagi  obyek  tetapi subyek pembangunan bagi kemajuan bangsa.

Bung Karno pernah mengatakan  bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Dalam makna ini tidak hanya bentuk penghormatan simbolik, tetapi harus tercermin dalam tindakan   nyata dengan meneruskan perjuangan para pahlawan.

Menjadi pahlawan hari ini tidak harus dengan mengangkat senjata, tetapi dapat dengan mengambil peran dalam kepedulian dan tanggungjawab terhadap sesama dan tanah kelahiran. Dalam pembangunan desa, setiap tindakan yang memajukan kesejahteraan masyarakat adalah bentuk kepahlawanan. Sudahkah kita menjadi bagian yang disebut Pahlawan Pembangunan Desa ?

Oleh : Sugito, S.Sos., M.H ( Staf Ahli Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Bidang Hubungan Antar Lembaga)

Sabtu, 01 November 2025

 

FILOSOFI PENDAMPINGAN DESA: Dengan diagnosa yang tepat dan ada pendampingan yang tepat adalah solusi

DARI BEJING Staf Ahli Menteri Desa PDT  Hubungan Antar Lembaga Sugito, S.Sos., MH di sela kesibukan lawatan mengantarkan para Kepala Desa yang mendapat kesempatan mengunjungi Negeri Tirai Bambu mengirimkan resep tentang Pendampingan Desa bagi kita Pendamping Desa. Salam dari Beijing 1/11/2025

Disampaikan bahwa Filosofi Pendampingan Desa ibarat menyembuhkan suatu penyakit yang diderita manusia. " Dengan diagnosa yang tepat, pemberian obat yang tepat kemudian ada pendampingan  atau konseling dan yang terpenting yang utama ada kemauan untuk sembuh tidak mustahil dapat menyelesaikan masalah".

Maping masalah atau yang telah dikenal  TPP identifikasi kebutuhan masyarakat  yang dilanjutkan dengan Musyawarah Dusun merupakan tahapan RKPDesa. 

  • Mengidentifikasi Masalah dan Potensi: Masyarakat mengutarakan permasalahan yang dihadapi di wilayah mereka (misalnya, infrastruktur rusak, kurangnya akses air bersih, atau masalah ekonomi) serta potensi desa yang bisa dikembangkan.
  • Menggali Aspirasi dan Gagasan: Mengumpulkan ide, saran, dan usulan kegiatan konkret dari warga tentang apa yang perlu diprioritaskan.
  • Membangun Konsensus: Mencapai kesepakatan awal mengenai kebutuhan mana yang paling mendesak dan harus masuk dalam rencana tahunan desa.
Mekanisme Pelaksanaan
Proses ini umumnya difasilitasi oleh Kepala Dusun, anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa) di wilayah tersebut, atau tokoh masyarakat setempat.
  1. Persiapan: Pemerintah desa menginformasikan jadwal dan tujuan pertemuan kepada warga.
  2. Pelaksanaan Musdus/Pertemuan: Warga dari berbagai elemen (tokoh adat, tokoh agama, perempuan, pemuda, kelompok tani, dll.) berkumpul.
  3. Diskusi Terbuka: Warga secara aktif menyampaikan usulan dan permasalahan.
  4. Pencatatan Usulan: Tim pencatat mendokumentasikan semua usulan secara rinci, termasuk perkiraan kebutuhan anggaran dan lokasi.
Hasil dari musyawarah dusun ini berupa Daftar Usulan RKPDesa (DU RKPDesa) yang telah diprioritaskan di tingkat dusun.
Daftar usulan ini kemudian dibawa ke tingkat desa untuk dibahas lebih lanjut dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Di forum Musrenbangdes, usulan dari seluruh dusun akan diselaraskan, disesuaikan dengan pagu anggaran desa, dan ditetapkan menjadi RKPDesa yang final. 
Di sisni Peran Pendamping Desa sangat strategis, tidak sekedar sebagai pengungkit ide dan gagasan yang sesuai dengan kebutuhan namun harus mampu membangkitkan percaya diri dan kemauan kuat dari masyarakat desa untuk berkemampuan menciptakan solusi yang tepat cepat cermat dan hebat. bagi kemakmuran dan kesejahteraan warga desa 1/11/2025
Oleh: Bidang Informasi dan Media TPP Pusat

Sabtu, 25 Oktober 2025

KINERJA BERDAMPAK MENGANTARKAN MENTERI DESA MERAIH POSISI KE TIGA MENTERI TERBAIK KABINET MERAH PUTIH


KINERJA YANG MEMBERI DAMPAK BAIK terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia secara nyata mengantarkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia H. Yandri Susanto, SPt, MPd, di posisi ke tiga  terbaik di jajaran Menteri Kabinet  Presiden Prabowo Subianto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di usia pemerintahan satu tahun. Survei dilakukan oleh Lembaga Riset Prolog (Public Research on Govermance) Survei dilaksanakan 7 hingga 14 Oktober 2025 dengan melibatkan 1600 responden di 38 provinsi.  Demikian disampaikan oleh Direktur Prolog Arifuddin Hamid seperti yang dilansir di Detik News 24 Oktober 2025. 
Pak Yandri Menteri Desa di saat menjabat Wakil Ketua MPR RI 9/10/23 pernah mendapat Penghargaan Dharma Pertahanan Utama dari Menteri Pertahanan (Presiden Prabowo Subianto saat menjadi Menhan) atas dedikasinya dalam menanamkan nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat. Jiwa pengabdian dan nasionalisme sedari awal telah mengakar pada sosok Menteri Desa PDT.


Legitimasi pemerintahan terbentuk dari hasil yang dapat dirasakan masyarakat. Publik menghargai kebijakan yang berdampak langsung dan dijalankan dengan tata kelola yang transparan.  
 
Kebijakan 12 Rencana Aksi Kementerian Desa PDT 2025, Penurunan Stunting, Program Ketahanan Pangan dan hadirnya Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di desa-desa seluruh wilayah Republik Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, Miangas sampai Pulau Rote yang pembentukannya tidak terlepas dari dampingan yang intens  para Pendamping Desa merupakan peran nyata dari kepemimpinan Pak Yandri di Kementerian Desa PDT Republik Indonesia.

Riset survei terbaru yang mengantarkan Menteri Desa PDT ke posisi 3 (tiga) teratas bukanlah survei yang pertama diadakan, berbagai lembaga riset dan survei  nasional telah banyak yang merilis kinerja dengan hasil baik dari Menteri yang  tanpa lelah berkunjung ke desa-desa pelosok Indonesia untuk memastikan dampak keberhasilan dari kebijakan pemerintah. Bahkan menginap di rumah penduduk desa dilakukan oleh Pak Yandri Menteri Desa.
 
Kedekatan Menteri Desa dengan Pendamping Desa di setiap tugas kunjungan menjadikan semangat para Pendamping Desa yang merupakan organ garda depan Kementerian Desa PDT dalam mendampingi proses perencanaan dan pembangunan desa desa di Indonesia. Apresiasi masyarakat yang menempatkan Menteri Desa PDT ke posisi ke tiga  menjadi berita penyemangat dan membanggakan bagi seluruh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang menyebar di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia. 25/10/2025 

 Oleh: Bidang Informasi dan Media TPP Pusat

Minggu, 19 Oktober 2025

MENTERI DESA YANDRI SUSANTO MERAIH PERINGKAT 3 SURVEI KEPUASAN PUBLIK

 MENTERI DESA YANDRI SUSANTO MERAIH PERINGKAT 3 SURVEI KEPUASAN PUBLIK

DI SEMUA MEDIA MAINSTREAM dipenuhi pemberitaan tentang survei kinerja para Menteri Pembantu Presiden Prabowo menginjak 1 (satu) tahun Pemerintahan Kabinet Merah Putih. Menteri Desa Bapak Yandri Susanto menduduki peringkat ke 3 dari jajaran Kementerian Prabowo Gibran. Peringkat ini berdasar survei kinerja para Menteri yang dilakukan oleh lembaga  Survei Strategic and Political Insight Network (SPIN) periode Oktober 2025 yang dilaksanakan 1-9 Oktober 2025 secara nasional  serentak di 38 provinsi.

Menurut Direktur Eksekutif SPIN Mawardin Sidik  faktor peraih yang tinggi  dari masyarakat  dipengaruhi oleh kinerja Menteri Desa yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia khususnya desa-desa yang selama ini telah mendapatkan program pembangunan desa dan  pemberdayaan ekonomi desa. Hal ini seperti yang disampaikan ke  Media DetikNews.com dan media mainstream lainnya.

Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat  Desa yang selama ini terjadi terdapat  peran dari Pendamping Desa sebagai garda terdepan Kementerian Desa PDT yang dipimpin Bapak Yandri Susanto. Pendamping Desa sebagai pelaksanaan amanah Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014  pengawal Dana Desa memiliki peran strategis sebagai pengungkit kemajuan desa-desa di seluruh Indonesia. 
 
Dalam statemen di akun sosial media Youtube Staf Ahli Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal  Republik Indonesia Bidang Hubugan Antar Lembaga Bapak Sugito, S,Sos., MH menjelaskan betapa masih pentingnya peran strategis Pendamping Desa sebagai elemen penting dalam proses perencanaan dan pembangunan Desa. 18/102025
 
Oleh: Bidang Informasi dan Media TPP Pusat  

 

Kamis, 09 Oktober 2025

Profil Penulis: Langkah Pertama Endy Arverion di Dunia Blog

Bagi saya, membuat blog adalah langkah baru untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba sesuatu yang berbeda. Blog pribadi ini lahir dari keinginan untuk memiliki ruang sendiri di dunia digital — tempat menulis, bereksperimen dengan ide, dan berbagi cerita tentang pengalaman sehari-hari di dunia kerja.

Sebagai seseorang yang aktif dalam rutinitas profesional, saya ingin menjadikan blog ini sebagai wadah refleksi ringan. Saya berencana menulis seputar keseharian saya, hal-hal menarik yang ditemui, hingga pandangan pribadi tentang kehidupan dan pembelajaran di balik setiap aktivitas.

Blog ini hadir dengan gaya santai, jujur, dan apa adanya. Tulisan-tulisan ini diharapkan bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berproses di dunia kerja, atau sekadar mencari bacaan ringan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bagi saya, menulis di blog bukan hanya soal berbagi, tetapi juga tentang mengenal diri sendiri — memahami apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dialami. Melalui setiap kata yang ia tulis, saya berharap bisa menumbuhkan kebiasaan berpikir reflektif serta berbagi inspirasi kecil dari hal-hal sederhana di sekitar.

Blog ini mungkin masih dalam tahap awal, tapi bagi saya, setiap tulisan adalah langkah menuju perjalanan yang lebih besar: perjalanan untuk terus belajar dan berkembang melalui kata-kata.

✨ Ikuti terus tulisan-tulisan terbaru saya. Siapa tahu, dari cerita-cerita sederhana ini, kamu juga bisa menemukan inspirasi dan semangat baru dalam menjalani hari.


  Kunjungan Menteri Desa PDT RI ke NTB Suasan Penyambutan Bapak Menteri Desa di Bandara Lombok Oleh TPP NTB Mataram, 16 April 2026, Te...