Endy Arverion 130504
Jumat, 17 April 2026
Agenda Mendes PDT di NTB: Dari Musrenbang hingga Peluncuran Program Satu Miliar per Desa
%20dan%20H.%20Muazzim%20Akbar%20(Kanan).jpg)
Menteri Desa PDT H. Yandri Susanto (tengah) bersama Wakil Gubernur NTB, Ibu Hj. Indah Dhamayanti Putri (kiri) dan Anggota DPR RI Komisi IX, Bapak H. Muazzim Akbar (kanan) pada kegiatan Dialog bersama Siswa SMK Magang ke Jepang di Ballroom Islamic Center NTB pada Kamis 16 April 2026. NEWS, P3MD Lombok Tengah. Kunjungan kerja Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal ke Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 16 hingga 17 April 2026 menghadirkan berbagai agenda penting yang mencakup Musrenbang, penguatan sumber daya manusia desa, hingga peluncuran Program Sejahtera dari Desa (Satu Miliar Satu Desa). Rangkaian kegiatan dimulai dengan perjalanan menuju Hotel Lombok Raya menggunakan kendaraan dinas RI 27.7, yang menjadi pusat aktivitas utama selama kunjungan berlangsung di wilayah Kota Mataram. Setibanya di lokasi, Menteri Desa langsung dijadwalkan menjadi pembicara dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang Provinsi NTB yang turut dihadiri oleh Menteri Sosial dan berbagai pemangku kepentingan daerah. Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada sinkronisasi program pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa serta mengurangi ketimpangan wilayah secara berkelanjutan. Kehadiran dua menteri dalam satu forum strategis ini menjadi sinyal kuat adanya kolaborasi lintas sektor yang semakin diperkuat guna mendukung berbagai program prioritas nasional di daerah tertinggal. Rangkaian agenda berlanjut dengan pertemuan bersama peserta program magang ke Jepang yang merupakan salah satu program unggulan Kementerian Desa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia desa. Pertemuan tersebut berlangsung di Ballroom Islamic Center NTB, di mana para peserta mendapatkan arahan langsung dari Menteri terkait pengalaman, kedisiplinan, serta kontribusi yang diharapkan setelah mereka kembali ke desa asal. Peserta magang ke Jepang ini merupakan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan yang telah melalui proses seleksi ketat, mulai dari penyaringan administrasi, uji kompetensi, hingga pelatihan intensif sebelum diberangkatkan. Program ini dirancang untuk membekali para siswa dengan keterampilan teknis, etos kerja, serta pengalaman internasional, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan dalam pembangunan desa berbasis inovasi dan produktivitas. Memasuki hari kedua pada 17 April 2026, Menteri Desa dijadwalkan menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Barat yang menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Dalam rangkaian peringatan tersebut, sejumlah agenda tambahan telah disiapkan, termasuk peluncuran Program Sejahtera dari Desa (Satu Miliar Satu Desa) yang menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan Mendes PDT di NTB. Program ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan desa melalui dukungan anggaran yang signifikan, sehingga setiap desa memiliki kesempatan lebih besar dalam mengembangkan potensi lokal secara optimal. Selain itu, Menteri Desa juga akan melakukan penyerahan Dokumen Isian Pelaksanaan Anggaran kepada perwakilan sepuluh kepala desa, didampingi oleh Gubernur NTB serta Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat. Penyerahan anggaran tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memastikan distribusi dana desa berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran untuk mendukung berbagai program pembangunan berbasis masyarakat. Agenda penting lainnya adalah penganugerahan gelar kehormatan Arya Dasa Putra Bumi Patut Patuh Patju kepada Menteri Desa, serta Manggala Bumi Patut Patuh Patju kepada Bupati oleh Ketua Majelis Adat Sasak. Penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi dan dedikasi dalam memajukan pembangunan daerah serta menjaga nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Lombok Barat. Kegiatan juga akan diramaikan dengan launching Sensus Ekonomi 2026 yang ditandai dengan pelepasan balon oleh para pejabat daerah sebagai simbol dimulainya pendataan ekonomi secara menyeluruh. Selain itu, Menteri Desa dijadwalkan meresmikan pameran potensi dan prestasi desa yang ditandai dengan pemotongan pita, sebagai upaya mempromosikan hasil pembangunan serta inovasi desa kepada masyarakat luas. Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus mempercepat terwujudnya desa mandiri, sejahtera, dan berdaya saing tinggi di NTB.
Kamis, 16 April 2026
APEL GABUNGAN KEMENDESA PDT: Halal Bihalal dan Ungkapan Syukur sebagai Pengabdi Negara Melalui Desa.
Dalam sambutannya Menteri Desa Yandri Susanto senantiasa mengingatkan akan rasa syukur bahwa insan pegawai dan staf di Kementerian Desa PDT RI merupakan warga bangsa yang sangat beruntung dapat berkesempatan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui kerja-kerja pembangunan desa yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. Banyak warga bangsa yang berkeinginan namun belum berkesempatan untuk bergabung di Kementerian Desa PDT. Oleh karenanya seluruh keluarga besar Kementerian Desa PDT RI harus berkomitmen menjaga amanah dan mensukseskan program kerja Kementerian Desa PDT di semua lini. Program 12 Rencana Aksi Kementerian Desa PDT RI yang merupakan langkah konkrit untuk merealisasikan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo harus fokus untuk diwujudkan guna merealisasikan pembangunan desa yang berdampak kemajuan dan kemandirian desa.
Koperasi Desa Merah Putih dan MBG di seluruh wilayah Indonesia yang merupakan program prioritas Bapak Presiden dan Kementerian Desa PDT RI diberikan peran untuk mensukseskannya harus secara sinergi dan berkolaborasi untuk turut mengawal dan mewujudkan keberhasilannya dengan segala ide dan gagasan yang solutif. Semua masalah dan solusi dipecahkan bersama tidak kasak kusuk di belakang atau di ruang-ruang yang menimbulkan kegaduhan. Seluruh pegawai staf dan jajaran yang ada di Kementerian Desa PDT yang tersebar di seluruh Indonesia harus bahu membahu mensukseskan program-program negara, menjelaskan kepada masyarakat tentang kemanfaatan dan keunggulan program yang sedang dijalankan oleh pemerintah.
Menteri Desa PDT Yandri Susanto bersama Wakil Menteri Ahmad Riza Patria di Apel Gabungan dan Halalbilhalal Idulfitri 1447 H menekankan pentingnya kolaborasi serta peran aktif dalam mengawal program strategis melalui komunikasi yang tepat, termasuk di media sosial.
Apel Gabungan sebagai perekat komitmen dan upaya merawat jiwa nasionalisme para pegawai di lingkungan Kementerian Desa PDT Republik Indonesia berjalan dengan khidmad dan ditutup acara dengan salam-salaman halal bihalal. 30/03/2026
Oleh: Bidang Pengelolaan Data dan Informasi TPP Pusat
Senin, 30 Maret 2026
APEL GABUNGAN KEMENDESA PDT: Halal Bihalal dan Ungkapan Syukur sebagai Pengabdi Negara Melalui Desa.
Dalam sambutannya Menteri Desa Yandri Susanto senantiasa mengingatkan akan rasa syukur bahwa insan pegawai dan staf di Kementerian Desa PDT RI merupakan warga bangsa yang sangat beruntung dapat berkesempatan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui kerja-kerja pembangunan desa yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. Banyak warga bangsa yang berkeinginan namun belum berkesempatan untuk bergabung di Kementerian Desa PDT. Oleh karenanya seluruh keluarga besar Kementerian Desa PDT RI harus berkomitmen menjaga amanah dan mensukseskan program kerja Kementerian Desa PDT di semua lini. Program 12 Rencana Aksi Kementerian Desa PDT RI yang merupakan langkah konkrit untuk merealisasikan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo harus fokus untuk diwujudkan guna merealisasikan pembangunan desa yang berdampak kemajuan dan kemandirian desa.
Koperasi Desa Merah Putih dan MBG di seluruh wilayah Indonesia yang merupakan program prioritas Bapak Presiden dan Kementerian Desa PDT RI diberikan peran untuk mensukseskannya harus secara sinergi dan berkolaborasi untuk turut mengawal dan mewujudkan keberhasilannya dengan segala ide dan gagasan yang solutif. Semua masalah dan solusi dipecahkan bersama tidak kasak kusuk di belakang atau di ruang-ruang yang menimbulkan kegaduhan. Seluruh pegawai staf dan jajaran yang ada di Kementerian Desa PDT yang tersebar di seluruh Indonesia harus bahu membahu mensukseskan program-program negara, menjelaskan kepada masyarakat tentang kemanfaatan dan keunggulan program yang sedang dijalankan oleh pemerintah.
Apel Gabungan sebagai perekat komitmen dan upaya merawat jiwa nasionalisme para pegawai di lingkungan Kementerian Desa PDT Republik Indonesia berjalan dengan khidmad dan ditutup acara dengan salam-salaman halal bihalal. 30/03/2026
Oleh: Bidang Pengelolaan Data dan Informasi TPP Pusat
Jumat, 27 Maret 2026
Ekonomi Global Lagi Bergejolak, Indonesia dan Desa Ikut Merasakannya
Ekonomi global saat ini sedang berada dalam situasi yang tidak mudah. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan negara-negara Eropa sedang menghadapi tantangan masing-masing. Ada tekanan inflasi, pelemahan industri, pengangguran, dan ketidakpastian perdagangan dunia. Ketika negara-negara besar melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan di kota-kota besar dunia, tetapi juga menetes sampai ke negara berkembang seperti Indonesia.
Indonesia memang tidak berdiri sendiri. Perekonomian nasional sangat terkait dengan pasar dunia. Kita mengekspor batu bara, sawit, karet, tekstil, produk pertanian, dan banyak komoditas lainnya. Kita juga mengimpor bahan baku, mesin, pupuk, hingga energi. Artinya, ketika ekonomi global terguncang, Indonesia tidak bisa sepenuhnya kebal.
Ketika Dunia Lesu, Indonesia Ikut Tertahan
Salah satu dampak paling terasa dari situasi ekonomi global adalah naik-turunnya harga komoditas. Saat harga komoditas dunia naik, Indonesia bisa mendapat keuntungan, terutama dari ekspor. Tetapi ketika harga turun, pendapatan negara, dunia usaha, dan masyarakat yang bergantung pada komoditas juga ikut tertekan.
Misalnya, ketika harga pupuk dunia naik akibat konflik geopolitik dan gangguan distribusi, petani di Indonesia ikut merasakan beban. Ongkos produksi meningkat, sementara harga hasil panen tidak selalu ikut naik. Di sinilah persoalan mulai terasa nyata: ekonomi global yang tampak “jauh di sana” ternyata bisa langsung memengaruhi biaya tanam padi, jagung, cabai, atau sayuran di desa.
Selain itu, suku bunga tinggi di negara-negara maju juga bisa berdampak pada Indonesia. Ketika bank sentral negara besar menaikkan suku bunga, arus modal bisa keluar dari negara berkembang. Akibatnya, nilai tukar rupiah bisa tertekan. Jika rupiah melemah, harga barang impor menjadi lebih mahal. Ini bisa berdampak pada biaya produksi industri, harga kebutuhan pokok, dan ongkos usaha kecil.
Demikian pula perang Iran versus Amerika dan Israil berimbas pada naiknya harga minyak dunia sebagai dampak ikutan penutupan Selat Hormus yang sudah dirasakan oleh beberapa negara, meskipun Indonesia sampai saat ini masih mampu bertahan untuk tidak menaikkan harga
Bagi masyarakat umum, dampak seperti ini sering muncul dalam bentuk yang sederhana tetapi berat: harga sembako naik, biaya transportasi meningkat, harga pakan ternak mahal, dan pengeluaran rumah tangga semakin membengkak.
Desa Tidak Lagi Terpisah dari Ekonomi Dunia
Dulu mungkin ada anggapan bahwa desa adalah wilayah yang “aman” dari gejolak ekonomi global. Tetapi sekarang, desa sudah menjadi bagian dari sistem ekonomi yang saling terhubung. Petani bergantung pada pupuk dan benih yang harganya dipengaruhi pasar dunia. Pelaku UMKM desa bergantung pada daya beli masyarakat yang juga dipengaruhi situasi ekonomi nasional. Buruh migran dan keluarga perantau juga ikut membawa pengaruh ekonomi dari luar ke desa.
Karena itu, saat ekonomi global goyah, desa pun ikut merasakan getarannya.
Contohnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika harga BBM naik atau distribusi barang terganggu, ongkos angkut hasil panen dari desa ke pasar ikut naik. Pedagang kecil jadi harus menyesuaikan harga. Konsumen di desa pun membeli lebih hati-hati. Akibatnya, perputaran uang di tingkat lokal bisa melambat.
Jika masyarakat mulai mengurangi belanja karena pendapatan terbatas, warung-warung kecil ikut sepi. Jika warung sepi, pemasok juga terdampak. Jika petani menahan pembelian pupuk karena mahal, hasil panen bisa menurun. Dari situ terlihat bahwa ekonomi desa sesungguhnya sangat sensitif terhadap perubahan yang terjadi di luar wilayahnya.
Petani, Pedagang, dan UMKM Jadi Kelompok yang Paling Rentan
Kelompok yang paling cepat merasakan dampak ekonomi global biasanya adalah mereka yang berada di lapisan ekonomi bawah dan menengah bawah. Petani kecil, nelayan, pedagang pasar, buruh harian, serta pelaku usaha mikro di desa termasuk yang paling rentan.
Bagi petani, persoalan utamanya adalah naiknya biaya produksi. Harga pupuk, pestisida, benih, pakan, dan ongkos tenaga kerja bisa meningkat, sementara harga jual hasil panen sering tidak stabil. Akibatnya, keuntungan petani makin tipis, bahkan tidak sedikit yang hanya “balik modal” atau justru rugi.
Bagi pedagang kecil, tantangannya ada pada melemahnya daya beli masyarakat. Orang-orang cenderung lebih berhati-hati membelanjakan uang. Barang yang sebelumnya laku setiap hari bisa jadi lebih lama terjual. Pelaku UMKM desa seperti usaha makanan, kerajinan, jahit, atau olahan hasil pertanian juga menghadapi tantangan serupa.
Di sisi lain, anak-anak muda desa yang bekerja di kota juga bisa terdampak jika dunia usaha melambat. Bila lapangan kerja berkurang atau penghasilan menurun, kiriman uang ke kampung halaman pun ikut berkurang. Ini tentu memengaruhi ekonomi keluarga di desa.
Ancaman Sekaligus Peluang
Meski situasi ekonomi global membawa tekanan, bukan berarti Indonesia dan desa hanya bisa pasrah. Dalam setiap krisis, selalu ada peluang yang bisa dimanfaatkan jika dikelola dengan tepat. Indonesia punya kekuatan besar di sektor pertanian, pangan lokal, ekonomi rakyat, dan komunitas sosial desa yang relatif kuat. Ketika dunia sedang tidak stabil, justru ketahanan ekonomi lokal menjadi semakin penting. Desa bisa menjadi benteng ekonomi jika memiliki sistem produksi dan konsumsi yang lebih mandiri.
Misalnya, desa yang mampu mengembangkan pangan lokal akan lebih tahan terhadap gejolak harga pasar. Desa yang memiliki BUMDes aktif, kelompok tani produktif, koperasi sehat, dan UMKM yang inovatif akan lebih siap menghadapi tekanan ekonomi.
Di tengah ketidakpastian global, ekonomi desa tidak cukup hanya bertumpu pada satu sumber penghasilan. Diversifikasi ekonomi menjadi kunci. Artinya, masyarakat desa perlu memiliki lebih dari satu penopang ekonomi. Selain bertani, bisa ada usaha peternakan, pengolahan hasil pertanian, wisata desa, perdagangan digital, atau usaha rumahan berbasis potensi lokal.
Menguatkan Ekonomi Pedesaan dari Akar Rumput
Pertama, penguatan produksi lokal harus menjadi prioritas. Apa yang bisa ditanam, diolah, dan dijual dari desa harus dimaksimalkan. Desa yang kuat adalah desa yang tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen.
Kedua, BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) harus benar-benar difungsikan sebagai alat penggerak ekonomi, bukan sekadar papan nama. BUMDes bisa mengambil peran dalam distribusi hasil panen, perdagangan kebutuhan pokok, pengolahan produk desa, hingga layanan keuangan sederhana bagi masyarakat.
Ketiga, UMKM desa perlu naik kelas. Bukan hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Produk lokal harus didorong agar punya kualitas, kemasan, pemasaran, dan akses pasar yang lebih baik. Di era digital, desa sebenarnya punya peluang besar untuk menjual produk ke pasar yang lebih luas, asalkan ada pendampingan dan kemauan beradaptasi.
Keempat, anak muda desa harus dilibatkan. Mereka bisa menjadi motor inovasi ekonomi lokal. Anak muda desa hari ini tidak hanya bisa bekerja di sawah, tetapi juga bisa mengelola pemasaran online, membuat konten promosi desa, mengembangkan wisata lokal, hingga mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.
Kelima, ketahanan sosial masyarakat desa juga penting. Dalam situasi sulit, solidaritas sosial sering menjadi penyelamat. Tradisi gotong royong, saling bantu, dan ekonomi berbasis komunitas adalah modal sosial yang sangat berharga dan tidak dimiliki semua negara.
Indonesia Perlu Menjaga Keseimbangan
Di tingkat nasional, Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan masyarakat kecil. Pertumbuhan ekonomi memang penting, tetapi tidak cukup jika masyarakat bawah tetap tertekan.
Kebijakan pemerintah harus mampu menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau, mendukung petani dan pelaku UMKM, membuka lapangan kerja, serta memperkuat sektor riil. Bantuan sosial penting dalam jangka pendek, tetapi yang lebih penting dalam jangka panjang adalah membangun ekonomi produktif yang benar-benar memberi daya tahan kepada masyarakat.
Indonesia juga perlu memperkuat ketahanan pangan, energi, dan industri domestik agar tidak terlalu bergantung pada kondisi luar negeri. Semakin mandiri sebuah bangsa, semakin kuat pula kemampuannya menghadapi gejolak global.
Desa Harus Jadi Kekuatan, Bukan Korban
Situasi ekonomi global memang sedang tidak ramah. Dunia sedang bergerak dalam ketidakpastian. Namun di tengah semua itu, Indonesia masih punya kekuatan besar: rakyat yang tangguh, ekonomi rakyat yang hidup, dan desa-desa yang menyimpan potensi luar biasa.
Yang perlu dilakukan sekarang bukan hanya bertahan, tetapi berbenah. Desa tidak boleh hanya menjadi penonton atau korban dari gejolak ekonomi dunia. Desa harus menjadi bagian dari solusi. Ketika ekonomi lokal diperkuat, produksi desa ditingkatkan, UMKM digerakkan, dan masyarakat diberdayakan, maka desa bisa menjadi pondasi penting bagi ketahanan ekonomi Indonesia.
Pada akhirnya, kekuatan ekonomi nasional bukan hanya ditentukan oleh angka-angka besar di pusat, tetapi juga oleh seberapa kuat warung kecil tetap hidup, sawah tetap produktif, pasar desa tetap ramai, dan masyarakat desa tetap punya harapan. Karena sesungguhnya, jika desa kuat, Indonesia juga akan jauh lebih kuat.
Selasa, 10 Maret 2026
KERJA BERDAMPAK: TPP Mendampingi, Memastikan dan Merawat Kemandirian Desa
![]() |
| TPP Kab. Ende Prov. NTT |
- Fasilitasi: Menemukan dan mengembangkan potensi lokal serta kapasitas penggerak pembaharuan di desa.
- Edukasi: Membantu perangkat desa dan masyarakat memahami proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan kegiatan.
- Validasi Data: Memastikan ketersediaan draf, rencana kerja, hingga verifikasi hasil pendataan desa berbasis data.
- Kesesuaian Program: Memastikan program pembangunan selaras dengan prinsip ketahanan iklim, ketahanan pangan, digitalisasi desa, prioritas desa dan peraturan negara yang mengedepankan kepentingan warga bangsa dalam bingkai Asta Cita Pemimpin Negara.
- Tata Kelola: Memastikan dana desa digunakan secara efektif untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan pengembangan ekonomi produktif melalui BUMDesa.
- Transformasi Sosial: Menjaga agar proses pemberdayaan tetap berjalan secara mandiri oleh masyarakat sebagai agen perubahan.
- Peningkatan Kapasitas: Terus memompa partisipasi masyarakat agar mampu mengelola sumber daya secara berkelanjutan tanpa ketergantungan penuh pada pihak luar.
- Dulu: Memastikan desa punya APBDes (selesai).
- Sekarang: Memastikan APBDes tersebut memuat program yang berdampak langsung pada pengurangan kemiskinan atau ketahanan pangan di desa.
- Minimal 8 jam maksimal 12 jam/hari x jam kerja setiap bulan: Sesuai Keputusan Menteri Desa Nomor 294 Tahun 2025, TPP wajib memenuhi jam kerja ini untuk memastikan kehadiran fisik dan mental di desa dampingan.
- Narasi yang Berkualitas: Setiap laporan harian harus merefleksikan fasilitasi nyata, seperti hasil musyawarah atau verifikasi data yang menjadi dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
- Fasilitasi Ekonomi: Mengawal pembentukan atau penguatan BUM Desa dan koperasi (seperti instruksi percepatan Koperasi Desa Merah Putih).
- Pemanfaatan Data: Menggunakan data Desa sebagai navigasi agar setiap sen Dana Desa digunakan untuk program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Jumat, 30 Januari 2026
WAMENDESA: HADIRI PERESMIAN POS BANTUAN HUKUM DESA DAN KELURAHAN SE-KALSEL
Kunjungan Menteri Desa PDT RI ke NTB Suasan Penyambutan Bapak Menteri Desa di Bandara Lombok Oleh TPP NTB Mataram, 16 April 2026, Te...
-
Bagi saya, membuat blog adalah langkah baru untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba sesuatu yang berbeda. Blog pribadi ini lahir dari kein...
-
FILOSOFI PENDAMPINGAN DESA: Dengan diagnosa yang tepat dan ada pendampingan yang tepat adalah solusi DARI BEJING Staf Ahli Menteri Desa PD...
-
KINERJA YANG MEMBERI DAMPAK BAIK terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia secara nyata mengantarkan Menteri Desa dan Pembangunan Da...









